Begini Skenario Proyek Ibu Kota Baru Bagi Ekonomi Kalimantan

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengharapkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur membuat ekonomi Kalimantan tumbuh pesat.

Ia menjelaskan perkiraan dampak IKN terhadap perekonomian wilayah, dimana ada pertumbuhan investasi riil di Kalimantan Timur mencapai 47,7%, dan pertumbuhan wilayah kawasan mencapai 7,3%. Sementara terhadap negara akan menyumbang 0,6% pertumbuhan ekonomi dan naiknya investasi riil mencapai 4,7%.

"Penambahan jumlah penduduk akibat pemindahan IKN diperkirakan mencapai 1,5 - 2 juta orang, dan peningkatan kesempatan kerja di Kalimantan mencapai 10%. Kaltim Bahagia terpilih sebagai IKN baru," jelasnya, dalam acara Balitbang Perhubungan, Selasa (25/5/2021).

Isran menjelaskan posisi IKN baru berdekatan dengan Samarinda dan Balikpapan. Tiga kawasan kawasan itu akan memiliki peran kolaborasi masing-masing. Dimana Samarinda akan menjadi pusat sejarah Kalimantan Timur dengan sektor energi yang diremajakan, sementara Balikpapan akan menjadi simpul hilir migas dan logistik, IKN menjadi inti pemerintahan dan pusat inovasi hijau.

"Selain itu, ada beberapa infrastruktur yang akan ditingkatkan pada pada kawasan ini untuk menunjang kegiatan di wilayah ini. mulai dari Bandara SAMS (Balikpapan), Bandara APT Pranoto (Samarinda) dan pembangunan bandara khusus VVIP, dan bandara militer IKN," jelasnya.

Ada juga pelabuhan Semayang (Balikpapan), Terminal Petikemas Balikpapan dan Samarinda, Pembangunan rel kereta api IKN - Balikpapan - Samarinda - Bontang. Pengembangan Kawasan Industri Kariangau - Buluminung.

Butuh Dukungan, Banyak Jalan di Kalimantan Rusak

Isran juga menjelaskan penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan juga penting untuk pemenuhan kesejahteraan rakyat. Salah satunya jaringan jalan yang saat ini masih banyak yang rusak berat.

Dari catatannya total prasarana jaringan jalan pada 2020 mencapai 895 kilometer atau 69% dari total jalan dalam kondisi mantap berdasarkan permukaan jalan. 408 kilometer dalam kondisi baik, 219 kilometer dalam kondisi sedang, 101 kilometer rusak ringan, dan 169 kilometer rusak berat.

"Yang rusak berat masih tinggi, mempengaruhi kuantitas angkutan barang dan manusia dari pusat produksi," jelasnya.

 

Link: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210525143510-4-248274/begini-skenario-proyek-ibu-kota-baru-bagi-ekonomi-kalimantan

25 Mei 2021