Berita Ibu Kota Nusantara

Berikut merupakan siaran pers terkini mengenai keberlanjutan dari Ibu Kota Nusantara. Siaran pers menyajikan berita seputar pembangunan, event, organisasi dan proses lengkap kejadian yang ada pada Ibu Kota Nusantara.

Penanaman di IKN
2 Apr 2026

Berlibur Sambil Menanam di Ibu Kota Nusantara, Pengalaman Baru Terbuka Bagi Masyarakat

NUSANTARA — Kesempatan untuk menikmati suasana Nusantara kini tidak hanya sebatas berkunjung. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka ruang bagi masyarakat yang akan berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk merasakan pengalaman berbeda, yaitu berlibur sekaligus menanam pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT), Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Program ini dihadirkan sebagai bagian dari layanan kunjungan pada periode libur panjang, di mana masyarakat dapat berpartisipasi langsung dan meninggalkan jejak hijau di kawasan Nusantara. Pendaftaran dibuka melalui aplikasi IKNOW dengan kuota hingga 150 peserta setiap harinya, yang dapat diikuti bersama keluarga, kerabat, maupun rekan terdekat. Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara Otorita IKN untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat antara masyarakat dan Nusantara. “Kami ingin masyarakat tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga ikut terlibat. Dengan menanam, ada pengalaman yang bisa dirasakan langsung, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Nusantara. Kegiatan ini kami buka pada 3 sampai 5 April 2026, bertepatan dengan libur Paskah, dan dapat diikuti secara gratis,” ujar Troy, pada Kamis (02/04/2026) di KIPP Nusantara. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus mengenal konsep pengembangan kawasan yang mengedepankan keberlanjutan. Selain itu, Troy mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan penanaman, termasuk menjaga kondisi fisik serta membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan. “Kami mengimbau peserta untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, serta membawa topi, payung, dan botol minum pribadi. Ini juga bagian dari upaya kita bersama untuk mengurangi penggunaan plastik di kawasan Nusantara. Kami sampaikan juga, selamat Hari Paskah bagi yang merayakan” tutupnya. Bagi masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta kegiatan penanaman pohon, diharapkan hadir di titik kumpul Rest Area paling lambat pukul 08.00 WITA. Selanjutnya, peserta akan diberangkatkan bersama-sama dan dijemput menggunakan bus menuju lokasi kegiatan di MHHT KIPP Nusantara. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya melihat perkembangan Nusantara, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung dalam proses yang sedang berlangsung. Aktivitas sederhana seperti menanam pohon menjadi bagian dari pengalaman yang menghubungkan kunjungan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan panduan kegiatan dapat diakses melalui aplikasi IKNOW yang tersedia di Google Play Store dan App Store. (Kamis, 02 April 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Pasar Segar Sepaku
2 Apr 2026

Pasar Segar Sepaku Sudah Dibuka, Alternatif Berbelanja di Kawasan IKN

NUSANTARA - Aktivitas di Pasar Segar Sepaku mulai menggeliat. Sejumlah pedagang tampak menata barang dagangan di kios dan los yang baru beberapa hari ditempati. Bangunan pasar bersih dan tertata rapi menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar tradisional yang selama ini dikenal warga. Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Staff Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw menjelaskan, "Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi ini terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan pertama memiliki luas 980,72 meter persegi dengan dua lantai, sementara bangunan kedua seluas 970 meter persegi juga terdiri dari dua lantai. Bangunan modern Pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat." "Pembangunan dan penataan Pasar Segar Sepaku bertujuan melakukan beautifikasi kawasan serta peremajaan pasar, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekaligus menjadikan kawasan lebih indah, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial," tegas Troy. Pasar ini mulai dioperasikan setelah proses serah terima kunci dan penandatanganan perjanjian pada 15 Maret 2026. Operasional pasar dimulai sejak 30 Maret 2026 dengan jam layanan pukul 06.00 hingga 20.00 WITA. Hingga saat ini, sebanyak 135 pedagang telah terdaftar dan menempati lapak yang tersedia, dengan proses pengisian yang masih berlangsung secara bertahap. Secara keseluruhan, pasar ini memiliki 43 kios kering, 10 kios basah, 36 los kering, dan 35 los basah, serta dilengkapi dengan 11 unit foodcourt. Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, menegaskan, “Kami memastikan pembagian dan penataan los dan kios dilakukan secara fair melalui undian yang disaksikan banyak pihak termasuk pemerintah daerah setempat sehingga semua pedagang mendapatkan kesempatan yang sama,” ungkapnya. “Kami berharap para pedagang segera masuk untuk menempati los dan kios yang disiapkan. Karena kami ingin mengantisipasi tingginya kehadiran masyarakat yang datang ke kawasan IKN,” ungkapnya dalam keterangan tertulis. Sementara itu, Staf Direktorat Pelayanan Sosial Otorita IKN, Steven mengatakan, “Pasar ini dibuka setiap hari, sehingga kebutuhan bisa dipenuhi kapan saja,” ujarnya. Pasar ini dilengkapi fasilitas yang mendukung kenyamanan dan keamanan, seperti area parkir dengan kapasitas 25 mobil dan 20 sepeda motor, toilet, mushola, layanan kebersihan oleh petugas cleaning service, serta sistem keamanan dengan CCTV yang beroperasi selama 24 jam dan petugas keamanan yang berjaga. Jenis dagangan yang tersedia juga beragam. Pada kios basah dan los basah, pedagang menjual ikan, daging sapi, daging kambing, ayam potong, dan sayur mayur. Kios kering diisi berbagai usaha seperti konter telepon seluler dan aksesoris, pakaian, elektronik, barang pecah belah, sepatu dan tas, kerajinan, kosmetik, sembako, bahan kue, alat pancing, bawang goreng, toko buku, emas, perabot rumah tangga, perlengkapan bayi, merchandise IKN, air isi ulang, jamu, hingga perlengkapan dan alat pertanian. Sementara itu, los kering menyediakan aksesoris telepon seluler, mainan anak, pakaian, sembako, buah, serta aneka makanan dan minuman termasuk jajanan tradisional. Area foodcourt menghadirkan pilihan seperti kedai kopi, warmindo, serta berbagai makanan dan minuman. Suasana pasar yang bersih dan rapi dirasakan langsung oleh para pedagang. Ilmi Nafia, yang membuka usaha oleh-oleh khas IKN, mengaku terkesan dengan kondisi pasar yang dinilainya lebih modern. “Kalau kebersihan, bersih banget di sini. Sudah lebih rapi dan lebih modern dari sebelumnya,” kata Ilmi. Ia melihat peluang pasar ini tidak hanya melayani kebutuhan warga, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke IKN. “Pengunjung IKN bisa mampir ke sini sambil cari oleh-oleh,” ujarnya. Harapan agar pasar segera ramai juga disampaikan Burhan, pedagang konter telepon seluler yang baru tiga hari membuka usaha di lokasi tersebut. Ia menilai kondisi pasar sudah tertata dengan baik. “Suasana pasar sangat bersih, rapi, sudah tertata,” kata Burhan. Sementara itu, Arif, yang membuka jasa servis telepon seluler, menilai kondisi pasar sudah cukup baik, terutama dari sisi kebersihan. Namun, ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan pasar tersebut. “Kebersihan bagus, yang bersihkan tiap hari ada. Tidak ada kendala. Semoga semakin banyak pengunjung ke Pasar Segar Sepaku,” kata Arif. Pasar Segar Sepaku sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial. Tidak hanya menjadi tempat transaksi, pasar ini diharapkan menjadi titik temu warga dan pengunjung di kawasan IKN. (Kamis, 02 April 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Libur Idul Fitri
30 Mar 2026

352 Ribu Lebih Pengunjung ke Nusantara Selama Libur Panjang, Otorita IKN Pastikan Pelayanan Optimal

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan pelayanan kunjungan masyarakat berjalan optimal di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat selama periode libur panjang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Tercatat, sejak tanggal 18–29 Maret 2026 sebanyak 352.102 pengunjung telah berkunjung ke kawasan Nusantara dengan total kendaraan yang masuk mencapai 80.105 unit, mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat serta bus. Peningkatan ini menandai tingginya minat masyarakat untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kesiapan pelayanan tersebut didukung oleh Tim Pelayanan Kunjungan Masyarakat pada periode libur panjang yang dipimpin oleh Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, dengan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, sebagai Wakil Ketua. Otorita Ibu Kota Nusantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kunjungan masyarakat, termasuk unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Aparat setempat seperti dari Sepaku, Penajam Paser Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan lainnya yang senantiasa mengawal pelayanan, fasilitas dan keamanan di wilayah KIPP Nusantara. Apresiasi turut diberikan kepada seluruh insan Otorita IKN yang telah bertugas, tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan di Kawasan Nusantara, petugas lapangan, serta para pemandu wisata Nusantara yang turut memberikan pelayanan kepada pengunjung. Selama periode kunjungan, kawasan Istana Negara dan Masjid Negara IKN menjadi area yang dipadati oleh para pengunjung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara termasuk Jembatan Kaca di area Glamping dan Bendungan Sepaku Semoi dan Taman Kusuma Bangsa. Masyarakat pun tidak hanya melihat progres pembangunan, tetapi juga memanfaatkan berbagai fasilitas dan ruang publik yang tersedia di kawasan Nusantara. Kawasan Plaza Seremoni dan Plaza Bhinneka menjadi pusat aktivitas masyarakat, didukung oleh berbagai fasilitas kuliner, ruang interaksi publik, serta aktivitas hiburan dan sosial yang semakin berkembang. Pengunjung juga dapat mengunjungi Sentra Massa sebagai pusat informasi Nusantara yang menghadirkan berbagai sarana edukatif, seperti mini teater, maket pembangunan, Pusat Kendali Mini IKN, serta fasilitas interaktif yang memberikan gambaran perkembangan kawasan secara komprehensif. Kawasan glamping yang didalamnya terdapat area jembatan kaca, serta Embung MBH menjadi alternatif lokasi kunjungan yang menawarkan pengalaman baru melalui konsep kawasan dengan ruang terbuka yang dipadukan dengan lanskap alam. Dalam hal interaksi dengan masyarakat, melalui aplikasi IKNOW, bahkan masyarakat bisa menekan tombol darurat di gawai masing-masing untuk meminta bantuan petugas bila mengalami kendala darurat ketika berkunjung. Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat, petugas di lapangan turut menghadapi berbagai dinamika pelayanan, termasuk membantu pengunjung yang terpisah dari rombongan maupun kehilangan barang bawaan. Salah satu petugas Security Kantor Bersama 1, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa mereka yang bertugas harus selalu siap siaga untuk melayani masyarakat, meskipun terjadi momen-momen yang unik di tengah kunjungan. “Momen unik tentunya ada. Salah satunya itu, ada orang tua yang mencari keberadaan anaknya atau kita yang diminta untuk membantu mencari barangnya yang hilang,” ujarnya. Antusiasme kunjungan juga tercermin dari kesan yang disampaikan oleh pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Michael De Jong, turis mancanegara asal Belanda, menyampaikan apresiasinya terhadap konsep pembangunan Nusantara yang memadukan modernitas dengan keberlanjutan lingkungan. “Arsitektur yang indah, bersih, dan nyaman untuk berjalan-jalan. Dan ini luar biasa, bahwa ada kota yang dibangun di tengah-tengah hutan, apalagi dengan konsep yang sangat modern. Dengan adanya kota ini, saya berharap pemerintah Indonesia dapat terus melindungi hutan yang indah ini dan hidup berdampingan dengan alam,” ujarnya. Hal ini juga disambut antusias oleh Anke De Jong yang menilai bahwa Ibu Kota Nusantara merupakan destinasi yang layak untuk dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat. “Saya pikir kota ini harus dilihat. Jika Anda berada di Kalimantan, Anda wajib meluangkan waktu untuk mengunjungi Nusantara, karena Nusantara ini sangat berbeda,” tuturnya. Di tengah rimbunnya pepohonan Kalimantan, Ibu Kota Nusantara merupakan kota modern yang dibangun secara inklusif untuk bersama. Salah satu pengunjung asal Kalimantan Utara, Sopiansah, turut mengungkapkan pengalamannya selama berkunjung ke Ibu Kota Nusantara untuk pertama kali. “Ini kali pertama kami ke IKN. Perjalanan kami ke sini memang sangat jauh, tetapi alhamdulillah sudah dimuluskan, apalagi kami melewati tol. Perjalanan pun terasa bagus dan nyaman. Kita melihat Ibu Kota Nusantara ini memang sangat cantik dan sangat indah. Kita sebagai masyarakat disini (Kalimantan), alhamdulillah yang kita lihat tidak ada sepinya. Bahkan, beragam masyarakat dari berbagai daerah yang kita lihat, pengunjungnya ramai sekali,” ulasnya. Di sisi lain, pembangunan kawasan Nusantara terus berjalan, termasuk penyelesaian sejumlah infrastruktur pendukung seperti pasar, fasilitas dan bangunan pendidikan, serta institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Gunadarma dan Sekolah Taruna Nusantara sebagai bagian dari penguatan ekosistem kawasan. Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam mendukung pelayanan kunjungan masyarakat. “Kami berterima kasih untuk semua pihak yang turut menyukseskan pelayanan kunjungan masyarakat ke Ibu Kota Nusantara selama periode libur panjang ini. Khususnya juga bagi rekan-rekan jurnalis serta media dan para konten kreator dari berbagai kota dan negara yang sudah menyampaikan konten dan berita yang benar dan termutakhir mengenai IKN. Seeing is believing, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara, bukan hanya tentang bangunan atau gedungnya saja, tetapi ekosistem kawasan yang terus dibangun. Masyarakat jangan segan untuk datang langsung atau mengikuti berbagai berita terkini melalui berbagai media dan kanal termasuk di kanal resmi OIKN. Bersama-sama, mari kita membangun dan menata kota ini. Kami juga memohon masukan dan maaf bilamana ada kekurangan dalam pelayanan kunjungan liburan panjang di bulan Maret 2026 ini. Tak lupa masih dalam bulan baik ini, pimpinan dan segenap jajaran Otorita IKN mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan, kekeliruan dan kesalahan. IKN adalah milik bersama, dibangun dan dimiliki oleh anak bangsa. Mari kita bersama-sama membangun IKN untuk masa depan Indonesia yang gilang-gemilang,”tutup Troy, pada Senin (30/3/2026) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. (Senin, 30 Maret 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Publikasi Draft Standar Pelayanan Perizinan Sektor Sosial
Ranperka
30 Mar 2026

Publikasi Draft Standar Pelayanan Perizinan Sektor Sosial

Otorita Ibu Kota Nusantara menyusun Draf Standar Pelayanan Perizinan Sektor Sosial sebagai pedoman penyelenggaraan layanan perizinan yang transparan, terukur, dan akuntabel. Penyusunan standar pelayanan ini merupakan amanat Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan. Sebagai bagian dari proses penyusunan, Direktorat Pengendalian Penyelenggaraan Pemerintahan dan Perizinan Pembangunan telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik pada 12 Maret 2026 di Kawasan Ibu Kota Nusantara dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Berbagai saran dan masukan yang diperoleh menjadi bahan penyempurnaan draft standar pelayanan tersebut. Melalui publikasi ini, masyarakat, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya diundang untuk memberikan saran dan masukan terhadap Draft Standar Pelayanan Perizinan Sektor Sosial sebelum ditetapkan secara resmi. Unduh Draft Standar Pelayanan Perizinan Sektor Sosial: https://ikn.go.id/DrafPerizinanSosialIKN Saran dan masukan dapat disampaikan melalui: Email: [email protected] WhatsApp: 081150005555 Masukan dari masyarakat diterima paling lambat lima hari setelah tanggal publikasi pada website resmi. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung penyempurnaan standar pelayanan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Ibu Kota Nusantara.

Libur Idul Fitri
29 Mar 2026

Simfoni Swara Nusantara Hidupkan Ruang Publik, Seni dan Hiburan Warnai Kunjungan Masyarakat di IKN

NUSANTARA — Alunan musik kekinian, petikan sape, dan peragaan busana mengalun lembut di Selasar Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Nusantara, Sabtu (28/03/2026). Di tengah keramaian masyarakat yang datang berkunjung, penampilan kesenian modern dan tradisional khas Kalimantan Timur itu berpadu dengan riuh percakapan dan sesi potret pengunjung yang menikmati suasana mulai dari pagi hingga malam hari. Sejumlah peraga busana dengan kostum khas Kalimantan Timur berjalan perlahan di tengah kerumunan. Anak-anak hingga orang dewasa tampak bergantian meminta foto. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri di tengah aktivitas masyarakat yang memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke Nusantara. Pagelaran Musik Simfoni Swara Nusantara menjadi bagian dari aktivasi ruang publik yang dihadirkan untuk mendukung kenyamanan dan pengalaman masyarakat selama berada di KIPP Nusantara. Penampilan musik band dengan lagu-lagu kekinian turut meramaikan suasana, menghadirkan nuansa bagi berbagai kalangan pengunjung. Salah satu daya tarik utama dalam pagelaran ini adalah penampilan musik sape, alat musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur. Petikan sape yang khas tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Bagi sebagian pengunjung, pengalaman ini menjadi kesan tersendiri saat pertama kali datang ke Nusantara. “Pertama kali ke IKN, luar biasa. Saya sangat kagum, begitu masuk sini saya kaget, melihat pembangunan yang katanya di tengah hutan, ternyata luar biasa. Saya bangga menjadi warga terutama asli orang sini, Penajam. Mudah-mudahan teman-teman dari luar bisa berkunjung ke sini,” ujar Hambali, warga Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara. Ia juga menambahkan bahwa hadirnya aktivasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman melihat pembangunan bagi para pengunjung, tetapi juga hiburan yang melengkapi suasana. “Sangat luar biasa, ternyata di IKN, bukan hanya melihat pembangunan, tetapi kita dihibur, ada kafe, tidak perlu takut lapar dan haus, dan kita juga dihibur di sini. Pokoknya sangat wah, melihat IKN ini,” lanjutnya. Pengalaman serupa dirasakan oleh Eko Supriono dan Lily, pengunjung asal Kota Balikpapan yang telah dua kali berkunjung ke Nusantara bersama keluarganya. Menurut mereka, kehadiran hiburan turut memberikan suasana yang berbeda dibandingkan kunjungan sebelumnya. “Ini kunjungan kedua. Kalau ada momen (libur panjang) seperti ini kita datang ke sini. Apalagi sekarang ada akses tol, ke depan pasti makin cepat dan bagus. Kawasannya juga tertata. Dengan adanya penampilan musik ini bagus, jadi ada suara-suara, ada keramaian. Sekarang suasananya lebih hidup, bahkan suaranya sampai ke kawasan istana. Sudah seperti di kota-kota besar,” ujarnya. Di tengah keramaian tersebut, para peraga busana dari Sanggar Seni Serumpun Lima Kota Balikpapan, turut menjadi pusat perhatian. Mengenakan kostum hudoq, yang merupakan representasi makhluk mitologis dari suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, serta kostum garuda sebagai simbol negara, mereka menghadirkan warna budaya di tengah ruang publik Nusantara. “Untuk antusias pengunjung, karena ada hiburan selain melihat perkembangan IKN, juga dapat melihat seni, kebudayaan, dan permainan tradisional yang gratis bagi para pengunjung. Kejadian menarik tentunya ada, karena masyarakat dan pengunjung rebutan yang berfoto,” ujar salah satu peraga busana, Lila. Menanggapi hal tersebut, Staff Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik dan Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan bahwa hadirnya seni dan kebudayaan di tengah masyarakat ini menjadi bagian dari aktivasi yang dihadirkan Otorita IKN untuk memperkaya pengalaman kunjungan di kawasan Nusantara. Saat ini, masyarakat tidak hanya melihat perkembangan pembangunan kawasan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan ragam ekspresi budaya Nusantara yang ditampilkan. “Menurut kami (Otorita IKN), salah satu cara untuk menyambut masyarakat yang datang dari berbagai kalangan dan daerah adalah dengan memperkenalkan kembali kekayaan kesenian dan kebudayaan dari tanah Nusantara. Bukan hanya mengabadikan momen foto bersama, masyarakat juga bisa mengenal apa itu alat musik sape dan suara khas yang dihasilkannya,” ujar Troy, pada Sabtu (28/03/2026) di Kawasan Plaza Seremoni IKN. Di tengah kawasan Nusantara yang terus berkembang, ruang-ruang publik mulai diisi dengan aktivitas yang menghadirkan interaksi antara pembangunan dan kehidupan masyarakat. Pagelaran seni dan hiburan menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana yang lebih hidup, sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang berkunjung. (Minggu, 29 Maret 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Budaya Nusantara
28 Mar 2026

Reog Ponorogo Meriahkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias

NUSANTARA - Bendungan Sepaku Semoi kini mulai hidup sebagai ruang publik di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar pada Sabtu (28/03/2026) menarik antusiasme masyarakat sekaligus mendukung fungsi kawasan ini sebagai destinasi rekreasi dan edukasi. Di halaman bendungan, para penari tampil bergantian. Topeng dadak merak diangkat tinggi, disambut sorak penonton. Kelompok yang tampil adalah Singo Joyo Nusantoro, komunitas seni dari warga asal Ponorogo yang telah lama menetap di Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku. “Dulu kami transmigrasi dari Ponorogo. Supaya tidak punah, budaya ini tetap kami jalankan di sini,” kata Senen, penasihat kelompok tersebut. Ia mengaku senang bisa tampil di bendungan yang kini mulai ramai dikunjungi. “Alhamdulillah, masyarakat senang. Kami juga senang bisa menghibur.” Di antara penonton, Wulan berdiri sambil sesekali merekam pertunjukan di ponselnya. Warga Semoi 4 itu mengaku menyukai tontonan seperti ini. “Suka saja lihat Reog atau kuda lumping. Bagus kalau terus ada, supaya tidak hilang,” ujarnya. Menurutnya, acara seperti ini membuat suasana bendungan jadi berbeda. “Jadi lebih ramai. Banyak juga orang dari luar yang datang.” Hal yang sama dirasakan Sidik, warga Sepaku yang sore itu datang bersama istri dan anak-anaknya. “Senang, ramai. Sudah lama tidak ada acara seperti ini di sini,” katanya. Ia menilai kegiatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. “Apalagi di bendungan, jadi ada hiburan. Masyarakat juga jadi berkumpul.” Seiring meningkatnya kunjungan masyarakat, kawasan Bendungan Sepaku Semoi yang telah dibuka untuk umum mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya Kopi Bend’s, yang buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 22.00 WITA. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati kopi atau matcha, ditemani makanan ringan maupun menu seperti grill dan suki. Farih pengelola Kopi Bend’s, mengatakan kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kawasan bendungan. “Bendungan ini sekarang sudah dibuka untuk umum. Kami ingin kawasan ini hidup. Salah satunya dengan menghadirkan Kopi Bend’s, supaya pengunjung bisa bersantai dan menikmati suasana di sini,” ujarnya. Selain itu, terdapat kebun melon yang dapat dikunjungi. Pengunjung bisa langsung memetik melon dari kebun, pengalaman yang cukup diminati terutama oleh keluarga dan anak-anak. “Konsep petik melon ini juga kami hadirkan supaya ada aktivitas tambahan. Jadi bukan hanya rekreasi, tapi juga ada sisi edukasinya,” tambahnya. Kawasan ini pun perlahan tidak lagi sekadar bendungan, tetapi menjadi ruang hidup bagi masyarakat di IKN. (Sabtu, 28 Maret 2026) Dokumentasi Foto Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Hubungicallcenter